Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Ilmu Kasyaf

Ilmu Kasyaf adalah Ilmu Mistik,dimana penganutnya bisa mengetahui suatu kejadian dibalik hijab / pembatas.selain itu pemilik Ilmu Kasyaf,bisa menerima berita-berita ghaib yang terkait perkara akidah agama.

Yang dimaksud hijab / pembatas disini adalah segala yang membatasi kemampuan manusia berkenaan dengan kodrat penciptaannya.

Contoh :
Manusia diciptakan dengan panca indra dalam segala batasannya.seseorang tidak akan bisa melihat kejadian dimana ia tidak kuasa untuk mengetahui dengan panca indranya.kejadian dibalik sebuah dinding adalah hal yang paling sederhana.dan yang tidak sederhana adalah kemampuan mengetahui kejadian di daerah yang jauh di luar pulau,antar negara bahkan antar benua.

Kodrat :
Manusia telah diciptakan dengan keterbatasannya,ini merupakan kodrat.begitulah manusia diciptakan.tidak lebih dan tidak kurang.menurut pendapat saya,manusia dalam kodratnya ini adalah merupakan suatu kesempurnaan yang paling bijak dari Allah swt.tidak ada yang lebih bijak dari apa yang telah menjadi kodrat penciptaan manusia.jika manusia membayangkan bahwa ia bisa mengetahui suatu kejadian di luar jangkauan panca indranya,maka ini sesuatu yang tidak bijak dalam pandangan Allah swt / pencipta.
Secara logika,usaha mengetahui kejadian di luar jangkauan panca indra adalah sesuatu yang tidak lazim.jika seseorang bisa mengetahui kejadian seperti itu,tentu kejadian itu berkenaan dengan sebuah pribadi individu atau kelompok.dimana bukan tidak mungkin bahwa pribadi individu atau kelompok ini merasa di rugikan atau terganggu dengan usaha orang yang mencoba mengetahui suatu kejadian yang merupakan privasi individu atau kelompok tersebut.selain itu usaha orang yang melakukan ilmu kasyaf ini telah mengurangi kemerdekaan individu atau kelompok tersebut yang merupakan hak asasi dari Allah swt.
Allah swt telah membuat batasan ini,ada apa pula manusia mencoba menembusnya ?..ini bisa jadi perbuatan yang melanggar kodrat.melanggar ketetapan Allah swr.apa gunanya hijab di adakan oleh Allah kalau toh pada akhirnya di langgar ?...

Kejadian Kasyaf :
Seseorang yang meiliki ilmu kasyaf harus di mustahilkan terlebih dahulu sumbernya yang di klaim dari Malaikat atau dari Allah swt langsung.jika bersumber dari malaikat,maka malaikat tidak mengajari manusia melanggar kodrat.kalau dari Allah,maka Allah tidak mungkin plin-plan dimana Dia yang membuat aturan Hijab kemudian Dia pula yang membuatnya halal untuk di tembus.terlalu sederhana makna Tuhan jika demikian.disinilah manusia terkesan menciptakan dan menyifati Tuhan.ini tidak benar.manusia yang membuat Tuhan plin-plan,plin-plan adalah sifat manusia,sama dengan munafik,apakah Tuhan munafik ?..naudzu billah mindzalik.
Sumber yang paling mungkin dari ilmu kasyaf adalah bantuan dari mahluk yang disebut Jin.hanya mahluk ini yang paling mungkin membantu manusia dengan memberi berita kejadian yang terjadi di tempat yang tidak terjangkau panca indra.cara lain bantuan mahluk Jin ini adalah dengan Sihir.sebab dengan Sihir,manusia bisa melihat suatu kejadian seperti melihat kejadian tersebut live dari sebuah layar televisi.saya menyebut ini sebagai layar ghaib.namun tidak selalu seperti layar televisi,ada yang berupa bayangan dalam imaginasi,adapula yang di bisikkan secara langsung,bahwa si anu begini dan begitu,atau kejadian anu begini dan begitu.ini kelakuan Jin pada manusia.
Melihat dari kemungkinan ilmu kasyaf di atas,maka jelas barang siapa mengklaim bahwa dirinya mendapat ilmu kasyaf dari Malaikat atau Allah,maka ia telah membuat fitnah terhadap Allah dan Malaikat-Nya.ini logikanya.sandaran apa yang lebih tepat bagi manusia untuk berfikir selain logika / akal ?..tidak ada kecuali hawa nafsu.jika logika telah di langgar,maka jelas hawa nafsu-lah yang menjadi dasarnya.hawa nafsu bisa saja menafsirkan berbagai ayat-ayat Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk mendukungnya.namun yang namanya menabrak batas logika,maka tetaplah hawa nafsu,apapun dalihnya.
Salah satu yang mendorong diterimanya Ilmu Kasyaf ini menjadi halal adalah konsep ketuhanan.konsep ketuhanan yang menganggap diri manusia bisa bersatu dengan Tuhan,manusia adalah Tuhan sendiri.jelas konsep ketuhanan demikian akan menghalalkan Ilmu Kasyaf dengan mudahnya.hanya konsep ketuhanan yang demikian yang membuat Tuhan plin-plan / narsis.jelas saja sebab Tuhan adalah manusia sendiri,sifat manusia tidak jauh dari kecendrungan untuk plin-plan / narsis.ini logika.

Ada beberapa ayat al-Qur'an yang dijadikan dalih untuk menghalalkan Imu Kasyaf.salah satunya adalah :

Surah Ar-Rahman :
33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Menafsirkan ayat ini sebagai dasar ilmu kasyaf,mungkin boleh-boleh saja.akan tetapi harus di ingat bahwa seberapa besar ilmu kasyaf di berikan keterangannya dalam AL-Qur'an dan Al-Hadits ?..adakah ayat muhkamat yang jelas untuk ilmu kasyaf ?..tidak ada,lalu atas dasar apa penafsiran ayat di atas berhubungan dengan ilmu kasyaf ?..
Ayat di atas mungkin saja memiliki makna lain,bukan makna sempit yang di tafsirkan sebagai ilmu kasyaf.bisa jadi makna "dengan kekuatan" dalam ayat tersebut adalah bermakna kekuatan akal,misalnya dengan tehnologi kapal antariksa,penerbangan ke Mars adalah usaha melintasi penjuru langit ( atmosfir )  dan bumi.
Logika sudah menyatakan bahwa ilmu kasyaf adalah melanggar hijab,melanggar ketentuan Tuhan,melanggar kodrat.mengapa bersikeras bahwa ayat di atas bermakna Ilmu Kasyaf ?..bukankah logika lebih memilih pilihan seperti kekuatan dengan pesawat terbang ?..ini halal karena usaha akal.kalau ilmu kasyaf itu bukan usaha akal,tidak ada prestasi dari ilmu kasyaf,akal tidak berkembang,beda dengan pesawat terbang,akal berkembang menjadi cerdas.Tuhan lebih suka pada manusia jika ia mau menggunakan akalnya.logika-logika ini sepertinya lebih dekat sebagai hal yang di restui Tuhan daripada memaksakan diri menerima ilmu kasyaf sebagai sesuatu yang halal.

Contoh :
Tidak ada orang yang merasa ikhlas kalau urusan pribadinya di intip melalui ilmu kasyaf. tidak seorang manusiapun berhak untuk mencampuri dan menganggu kemerdekaan seseorang yang merupakan kodrat dan hak asasinya dari Tuhan.jangankan dengan kasyaf,mengintip dengan kamera tersembunyi saja itu tidak legal dalam hukum positif,dalam hukum agama jelaslah haram.

Kasus :
Ada orang yang manganut ilmu kasyaf,tetapi ia mengarahkan ilmunya ini untuk kebaikan.misalnya menolong orang yang barangnya di curi.dengan ilmu kasyafnya ia bisa menunjukkan dimana barangnya berada beserta pencurinya.
Kasus semacam ini menurut pendapat saya,bagaimanapun adalah bukan perintah Tuhan.tetap saja melanggar kodrat.kodrat adalah sesuatu yang besar,ia aturan baku Tuhan.pelanggaran terhadap hal ini akibat kelalaian akal pasti ada hukuman.tidak perduli bagaimana manfaat ilmu tersebut.ilmu yang bermanfaat tapi merupakan ilmu yang haram,maka ia tetaplah haram,bagaimanapun manfaatnya.jika manusia mencari format yang berada di luar kodrat,ini harus hati-hati.

"Ilmu yang statusnya samar atau haram,bagaimanapun manfaatnya,maka tetaplah ia haram" .( tolong diperbaiki jika salah )

Contohnya :
Membangun Masjid dengan uang yang tidak jelas hukumnya.apalagi uang haram,maka tetaplah ia merupakan tindakan haram.adapun masjidnya, maka ia halal bagi penggunanya.ini ketentuan syari'at dan logika,adakah jalan atau logika lain yang bisa menghalalkan hal ini ?...silahkan difikirkan..jika ada maka jalanilah..manusia merdeka dalam berfikir.tidak perlu bersitegang mempertentangkannya.

Karomah :
Karomah adalah sesuatu yang berbeda,ia ada tanpa dikehendaki manusia dan ia tidak ada jika dikehendaki manusia.karomah bekerja atas sebuah ketentuan yang bukan merupakan ketentuan atau keputusan manusia.

Jika di temukan adanya karomah yang mirip dengan Ilmu kasyaf,akan tetapi ilmu atau pengetahuan itu datang dengan ketentuan di luar kehendak,maka ini halal.sebab manusia bukan penyebab munculnya pengetahuan tersebut.
Jika ada ilmu kasyaf yang di bungkus mirip karomah,muncul tanpa dikehendaki kemudian jika di kehendaki ia tidak muncul,maka meskipun ini merupakan bantuan Jin ia halal.karena manusia bukan penyebab munculnya pengetahuan tersebut.lain halnya kalau manusia memang berupaya mencarinya,dalam hal ini manusia adalah penyebab munculnya pengetahuan tersebut.dengan kata lain bahwa manusia tidak puas dengan kodratnya hingga ia mencari jalan untuk melanggar kodrat yang diberikan padanya.melanggar aturan baku Tuhan,ketetapan yang telah ada dalam hukum alam,ketetapan yang pada akhirnya ada pada Lauh Mahfuz,Induk dari segala aturan Hukum Alam.


Perkara-perkara ghaib dari kasyaf :
Sebagian penganut ilmu kasyaf,dipercaya dan mengaku bisa menerima berita ghaib yang terkait perkara akidah agama.hal ini boleh boleh saja dipercaya selama berita ghaib yang diterima itu sesuai benar dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits.kalau tidak sesuai benar maka harus di lupakan,tidak boleh dipercaya.

Al-Qur'an adalah format baku yang tidak bisa di ganggu gugat.adapun hadits,tergantung mana yang shahih dan mana yang tidak.

Contoh :
Terkadang ada seorang sufi yang dikatakan latah ketika masih mabuk,lalu berucap :
"Akulah Tuhan itu"…

Hal ini harus di lupakan dan tidak boleh dipercaya.apalagi ucapan itu adalah ucapan ketika kondisi yang disebut mabuk,kondisi mabuk adalah kondisi dimana kesadaran akal itu hanya tersisa sekian persen saja.kondisi mabuk singkatnya adalah kondisi abnormal.jadi tidak ada alasan mempercayai perkataan orang yang sedang mabuk seperti itu,dia tidak berbeda dari orang gila.anggap saja begitu.dengan demikian tidak tejadi kesalah fahaman.barangsiapa yang mempercayai perkataan orang yang sedang mabuk dimana di anggap bahwa orang itu sedang menerima berita ghaib,maka ia tidak lebih dari orang mabuk tersebut.jadi jelas perkataan orang mabuk seperti itu tidak beda dengan perkataan pemabuk khamar,jangan di ambil hati apalagi dipercaya.state nya sedang mabuk / kesadarannya tidak 100% normal…siapapun dia,meski seorang Syekh atau Guru besar Islam sekalipun,tunggu perkataan-perkataannya setelah kondisi mabuk itu telah ia lewati.jika perkataannya kemudian masih juga berkebalikan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits,maka tinggalkanlah ia.atau tolong luruskan ia.
Apapaun alasannya,jika anda tertarik mendengar berita yang diterima seseorang ketika sedang mabuk,maka tunggulah sampai fase mabuk itu ia lewati.mungkin waktunya lama,bisa bertahun.setelah itu tanyalah dia perkara-perkara yang anda maksud.jangan bertanya ketika ia masih mabuk…ini sama dengan bertanya pada orang gila.

( Jika anda pernah mengalami yang disebut mabuk dalam istilah Sufi ini,maka anda akan mengerti dan faham ,sebenarnya orang mabuk itu tidak gila,namun kondisinya saja setingkat orang gila,karena terkadang ia berbicara di luar kemauannya atau di luar kesadaran,ini fenomena yang memang misterius,sukar digambarkan dengan kata-kata,keadaan mabuk ini tidak lepas dari penagaruh Iblis penyesat yang selalu menemaninya,makanya jangan dengarkan perkataannya,bisa jadi itu sisipan Iblis gol.Jin …seperti perkataan "Akulah Tuhan"…itu jelas sisipan Iblis gol.Jin,jika sempat orang mempercayai itu,mentang-mentang yang mabuk adalah guru besar…waduhh…kebablasan tenan ).


Sekian.

Islam dan Reinkarnasi

Apakah dalam islam dikenal konsep Re-inkarnasi ?

Tidak satupun ayat Al-Qur'an atau Hadits yang berisi keterangan mengenai konsep Re-inkarnasi.

Sebenarnya dalam beberapa tulisan lain sudah jelas bahwa re-inkarnasi bukan merupakan konsep Islam.namun untuk lebih jelas maka disini di tegaskan bagaimana logika syari’at Islam menolak konsep re-inkarnasi.

Re-inkarnasi adalah kehidupan yang berulang.seseorang dikatakan setelah wafat,maka suatu masa nanti akan kembali kedunia ini dengan cara re-inkarnasi.ia muncul dalam pribadi dan individu yang baru.namun jiwanya / rohnya adalah roh seseorang yang dulu pernah hidup di dunia ini.dengan sebuah petunjuk dan bimbingan individu baru ini akan menemukan dirinya yang sebenarnya.
Dengan konsep re-inkarnasi ini seseorang terkadang bisa mengaku sebagai si A dan si B yang telah wafat berabad-abad yang lalu.

Contoh :
Terkadang ditemukan umat islam yang karena suatu sebab maka ia mengaku sebagai seseorang yang telah wafat ribuan tahun lalu.kebanyakan pengakuan ini terjadi pada tokoh-tokoh terkenal.seperti seorang nabi,seorang tokoh terkemuka di zaman lama.
Baru-baru ini beberapa sumber berita menyebutkan adanya seseorang yang mengaku sebagai nabi Khidir dan nabi Isa as.

Jika umat Islam menganut faham re-inkarnasi,maka bisa dikatakan bahwa faham tersebut adalah hasil adopsi dari budaya / kepercayaan lama.bisa dari kepercayaan leluhur bisa pula teradopsi dari kepercayaan lain.


Didalam sebuah hadits Rasulullah Muhammad SAW mengatakan :
"Tuntulah Ilmu dari buaian hingga liang lahat"

Artinya manusia itu wajib menuntut ilmu / pengetahuan dari sejak lahir hingga ia wafat.
Mengapa ada anjuran demikian ?...

Salah satu alasannya adalah bahwa manusia itu tidak akan di tinggalkan oleh ilmu pengetahuan baiknya, yang didapatnya selama hidup didunia.ia akan berlanjut dengan bertambahnya ilmu pengetahuan baru yang kemudian akan didapatnya di kehidupan / persinggahan berikutnya setelah wafat.ilmu pengetahuan manusia itu akan terus berlanjut,tidak terputus oleh sebuah proses kematian / wafat.

Didalam konsep re-inkarnasi,tampaknya ada tersirat pernyataan bahwa setelah wafat manusia itu akan kehilangan segala ilmu pengetahuannya.kemudian setelah ia melakukan re-inkarnasi di dunia ini,ia harus hidup kembali dengan pengetahuan baru yang didapatnya di dunia tempat ia lahir kembali.adapun pengetahuannya tentang dirinya sebagai tokoh lama yang hidup kembali adalah merupakan pengetahuan yang akan muncul sedikit-demi sedikit ketika ia mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.ini perkiraan penulis,karena penulis tidak melihat secara detail tentang konsep re-inkarnasi ini.silahkan anda cermati lebih detail.disini saya hanya ingin mengemukakan bahwa konsep re-inkarnasi bukanlah konsep Al-Qur'an dan Al-Hadits.


Konsep Re-Inkarnasi bukanlah konsep Al-qur'an dan Al-Hadits,mengapa ?...

Karena di dalam Al-qur'an dan Al-Hadits telah di terangkan kemana roh manusia itu selanjutnya setelah wafat.ada beberapa persinggahan akhirat yang telah disediakan,yang dalam hal ini disebut langit.adapula persinggahan lain yang di sebut sebagai langit bawah ( langit bawah adalah tempat dimana roh-roh yang tidak memenuhi syarat untuk menghuni langit atas di tempatkan ).masing-masing tempat tersebut ada 7.mungkin maksudnya tujuh planet,atau bisa pula tujuh bintang / tujuh tata surya.semuanya ada empat belas.persinggahan-persinggahan ini disebut persinggahan-persinggahan akhirat,karena dari persinggahan ini kemudian bani Adam dan Banul jan akan memasuki Akhirat,yakni lingkungan Surga.Surga disebutkan ada delapan dalam Al-Qur'an.begitupula dengan Neraka,ada delapan.

Dari konsep Al-Qur'an dan Al-Hadits ini jelas,bahwa kehidupan setelah wafat itu sifatnya menerus,dari persinggahan ke persinggahan.tidak ada kata kembali ke dunia.pada akhirnya setelah berkumpul di padang mahshar,bani Adam dan Banul jan akan menempati dua kawasan,Surga atau Neraka.

Dengan konsep kehidupan setelah wafat yang sifatnya menerus ini,maka mustahil ada konsep re-inkarnasi dalam Islam.

Hadits nabi SAW di atas,dan keterangan Al-Qur'an dan Al-Hadits mengenai kehidupan setelah wafat,jelas dan tegas menyatakan bahwa kehidupan itu terus berlanjut,pengetahuan manusia akan terus meningkat dari pengalaman hidupnya dari persinggahan ke persinggahan hingga ke akhirat nanti.

Tidak ada keterangan yang yang menyatakan bahwa ada manusia yang telah wafat yang akan kembali hidup di dunia ini seperti konsep re-inkarnasi.

"Tidak putus ilmu pengetahuan manusia itu setelah wafat melainkan akan menerus."
"Mustahil ada konsep re-inkarnasi dalam Islam."

Masih banyak umat yang salah faham dan terjebak dalam konsep jelmaan ini.konsep ini seharusnya tidak pernah ada dalam Islam.

Konsep re-inkarnasi ini tampaknya agak mirip dengan konsep leluhur yang dipercaya bahwa para leluhur yang telah wafat bisa kembali kedunia dan berbicara kepada manusia dengan cara merasuk.ada fenomena dimana seseorang di anggap sedang di rasuk oleh leluhurnya.entah bagaimana leluhur ini datang kedunia,mungkin terbang atau semacamnya menurut anggapan sebagian orang.ini jelas perbuatan sihir Jin.
( maaf kalau sedikit masuk dalam kawasan metafisik )
Bedanya,konsep leluhur yang merasuk ini sifatnya temporer.dalam waktu-waktu tertentu sang leluhur ini akan datang kembali dan berbicara kepada keturunannya.
Adapun konsep re-inkarnasi,sifatnya menerus.orang akan terus merasa bahwa dirinya adalah seorang tokoh yang dulu telah wafat dan sekrang hidup kembali di dunia.
Sebenarnya semua itu adalah sihir Jin.sihir ini bisa membuat manusia terkunci dan terbuai fikirannya.semuanya hanya seolah-olah,jika fikiran / akal manusia itu kuat,ia bisa menyadari.namun jika tidak,maka ia akan terus merasa demikian.sihir itu luar biasa hebatnya,sampai-sampai manusia kehilangan akal sehatnya.manusia yang di kuasai sihir biasanya akan makin lemah akalnya untuk sadar kembali jika tidak tertolong.
Orang yang terkena sihir tidaklah telalu berbeda dari keadaan normal manusia.sehingga sukar di ketahui keadaannya,normal atau tidak.
Di zaman ini,tampaknya sisi supernatural masih tetap terpelihara di peradaban,meskipun sebagian orang telah melupakannya dan lebih tertarik pada ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.

Masih banyak di kalangan umat ini yang masih terikat pada konsep-konsep leluhur,terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil…entah kapan konsep-konsep itu bisa di tinggalkan. ( re-inkarnasi termasuk konsep leluhur / kepercayaan lama ).
Saya kira keberadaan konsep-konsep ini juga tidak lepas dari peran para guru agama,karena masih banyak juga guru agama yang mendua,Islam tapi enggan meninggalkan tradisi leluhur.padahal dalam kitab suci Al-Qur'an sudah jelas menegaskan akan hal ini.bahwa peninggalan leluhur harus di tinggalkan kalau tidak sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Qur'an.sayang ada lagi yang disebut tafsir,dan parahnya lagi yang namanya tafsir dalam islam tidak memiliki standar baku.jadi tidak heran kalau Islam itu ramai dan kaya dengan Tafsir,tinggal pilih mana yang di sukai tidak perduli tafsir itu melanggar ayat yang lain atau tidak.para ahli tafsir terkemuka juga sering tidak sependapat.sampai saat ini islam belum memiliki Tafsir Standar ( sepengetahuan saya  yang terbatas ).

Saya kira uraian di atas sudah jelas mengenai Islam dan Konsep Re-Inkarnasi.

Sekian.

Selasa, 31 Januari 2012

Islam awal di Tanah Jawa

Islam awal di Tanah Jawa :
Keberadaan dan perkembangan Islam di Tanah Jawa,salah satunya dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan Islam yang berupa Karya Sastra yang disebut Suluk.
Suluk adalah gabungan dari dua pengertian,yakni sebagai bentuk tembang dan karya sastra yang mengungkapkan perjalanan bathin manusia.
Beberapa suluk dibawah ini mungkin bisa memberikan gambaran ajaran Islam di Tanah Jawa dimasa-masa kerajaan Nusantara.

1.   Suluk Sujinah
Suluk Sujinah mengajarkan martabat tujuh yang merupakan salah satu pokok ajaran wahdatul wujud.ajaran tersebut di jelaskan secara rinci sebagai berikut :

Wonten kawruh jenenge wong urip
Ajallolah ingkang winicara
Martabat pitu arane
Wiwitane panguyub
Dat sumekta ngawruhi dhiri
Tan mawi kenyatahan
Napi jetenipun
Pandereng amawi karsa
Martabate akadiyat amiwiti
Aran sarikul ngadam

Artinya : ada pengetahuan tentang kehidupan manusia,yaitu tentang keadaan allah yang dibicarakan.namanya adalah martabat tujuh.yang pertama disebut panguyub (dzatulghuyub),yakni at dalamkeadaan meliputi dirinya,tanpa kenyataan,kosong karena belum memiliki kehendak.kemudian martabat akadiyat dimulai yang disebut sarikul Ngadam ( kenyataan pertama ).

Suluk sujinah memasukkan ajaran wahdatul wujud yang di Indonesia mula-mula dikembangkan oleh Syamsuddin As-Samatrani dari Aceh.

2.   Suluk Acih
Ajaran suluk acih adalah ajaran wahdatul wujud yang merupakan ajaran yang pernah berkembang di Aceh.
Persatuan hamba dengan Tuhan digambarkan sebagai pencapaian pengertian sehingga manusia lebur dengan Allah seperti ungkapan berikut :

Iya iku manungsa kang wus nglebur
Ing papan sadaya
Lawan sakathahing tulis
Lawan ingkang anglebur urip sadaya

Artinya : itulah manusia yang sudah lebur didalam segala tempat serta segala tulisan,yakni lebur dengan yang melebur segala hidup.

Ajaran suluk ini sangat dekat dengan ajaran Hamzah Fansuri dari Aceh.

3.   Suluk Suluk Wasiyating Para Guru
Serat suluk Wasiyating Para Guru,menceritakan tentang ajaran para wali dan guru agama di Tanah Jawa.khususnya ajaran dari Sunan Giri kepada isterinya.Sunan Giri mengajarkan hubungan Tuhan dengan Mahluk.Sunan Giri mengibaratkan dengan setetes air di atas daun.sinar di dalam air itu di ibaratkan sebagai Tuhan,sedangkan yang kelihatan bergerak-gerak didalam air itu di ibaratkan sebagai mahluk.daun yang menampung setetes air tersebut mengibaratkan tubuh mahluk.
Selain tiu terdapat beberpa ajaran lagi didalamnya yang tidak cukup disebutkan disini karena ruang yang sempit.

4.   Suluk Besi
Suluk ini tidak mengedepankan aspek wahdatul wujud,tetapi agak meremehkan aparat keagamaan formal.suluk ini menekankan pada pemahaman akan wahdatul syuhud.kesatuan manusia dengan Tuhan hanya terjadi pada tataran sukma.
Suluk besi merupakan karya Pangeran Wijil dari kadilangu dan ditulis pada masa pemerintahan paku Buwana II di Kartasura.

Sapa kuasa mulat myarsa
Sinten dapat ngakal mosik
Siral ningali punika
Ananya ananing Gusti
Away anggote dheri
Iku surasaning kumpul
Sirnaning pada ana
Kang sirna wujud yen mati
Ingkang padha ana pangeran lan suksma

Artinya : siapakah yang dapat melihat dan mendengar ? Siapa dapat menggambarkannya ? Yang kamu lihat itu ialah tentang adanya Tuhan.janganlah kamu ragu!.inilah makna bersatu.lenyapnya yang ada.yang hilang wujud pada waktu mati.yang ada hanyalah Tuhan san sukma.

5.   Suluk Sukarsa
Suluk ini bernafaskan wahdatul wujud,tetapi masih menghargai syari'at yang di umpamakan sebagai sarana dalam berlayar.hal ini mirip dengan yang terdapat dalam syair perahu dalam sastra melayu.

6.   Suluk Suksma Lelana
Suluk ini menganut faham wahdatul syuhud.yakni penyatuan hamba dengan Tuhan trjadi dalam tataran sukma.

7.   Suluk Hidayatullah
Suluk ini mendudukkan Allah dan mahluknya dalam dua kutub yang berbeda.jadi kelihatannya suluk ini bukan faham wahdatul wujud ataupun wahdatul syuhud.
Suluk ini lebih menekankan ajaran etika daripada ajaran kebathinan / mistik.
Suluk ini ditulis oleh Syekh Hidayatullah,ia bertempat tinggal di gunung Arbi disebuah gua Pamelangan.pokok cerita suluk ini berupa wejangan kepada satu-satunya cucu bernama Jaka Prawita dari negeri jasmaniyah dan murid-muridnya.

8.   Beberapa suluk lain sebagai berikut :
Suluk Sidonglamong,mengajarkan bahwa kehidupan akhirat itu bisa dicapai dengan petunjuk dan tindakan terpuji.
Suluk Sekh Kutub,berisi ajaran wali kutub dari pulau jawa yang bernama Syekh Syamsu Tabarij.isi ajarannya adalah manunggaling kawula gusti.yang dibawakan adalah konsep wahdatul wujud,bahwa manusia adalah Tuhan itu sendiri.

Masih banyak suluk-suluk lain yang tidak hanya berisi ajaran ketuhanan wahdatul wujud,wahdatul syuhud dan manunggaling kawulo gusti,tetapi ada juga suluk-suluk yang mengajarkan tentang etika,adapula suluk yang dia anggap anti islam kemudian suluk yang berisi sejarah.

Suluk yang mengajarkan Etika seperti :
Suluk Tekawardi,Suluk Sandi Pratista,Suluk Resi Driya.

Suluk yang mengajarkan Anti islam seperti :
Suluk Syekh Siti Jenar,Suluk Damargandhul dan Suluk Gatholoco

Suluk yang berisi Sejarah seperti :
Suluk Walisana…

Jika anda tertarik lebih jauh terhadap suluk-suluk diatas,melihat naskah aslinya,mungkin bisa anda mulai dari Balai Bahasa Yogyakarta.

Demikian gambaran Islam awal di Tanah Jawa.perkembangan Islam di Tanah Jawa tidak lepas dari pengaruh faham islam dari tanah Aceh dan Malaka.
Kesimpulan yang dapat di tarik dari gambaran di atas adalah :

Adanya faham Wahdatul Wujud ( Tuhan dan hamba itu adalah satu )
Adanya faham Wahdatul Syuhud ( Tuhan dan hamba bisa menyatu )
Adanya faham manunggaling Kawulo Gusti ( Tuhan adalah manusia itu sendiri ).

Konsep konsep diatas menunjukkan pemahaman manusia yang merasa sangat dekat pada Tuhan,sehingga saking dekatnya,sampai-sampai mereka menyangka bahwa Tuhan telah menyatu dalam dirinya.pemahaman-pemahaman lain adalah meyakini bahwa segala yang ada ini adalah wujud Tuhan.tidak ada yang wujud kecuali Tuhan.perbedaan wujud itu hanyalah keaneka ragaman wujud Tuhan yang Esa.

Dari konsep-konsep diatas,dapat ditarik gambaran bahwa Tuhan yang mereka tafsirkan itu adalah sbb :
Bahwa segala yang ada ini adalah Tuhan.secara tidak langsung pernyataan ini menyatakan bahwa dimensi Alam Semesta ini adalah Tuhan.dzat Tuhan membentuk ruang Alam Semesta,dzat Tuhan membentuk Galaksi,dzat Tuhan membentuk Nebula,demikian pula komponen kosmos yang lain seperti planet,bintang dan sebagainya,kemudian dzat Tuhan membentuk manusia..dan seterusnya.

Hal ini bisa terjadi kalau Tuhan adalah dzat asal itu.namun sayang sekali Tuhan bukan dzat asal itu.keterangan ini telah ada pada nabi-nabi sebelum nabi muhammad saw.kemudian keterangan ini juga di berikan pada nabi muhammad saw.dimana nama dzat asal ini di sebut-sebut sebagai Nur.sayang terjadi kehilafan manusia yang salah menafsirkan bahkan telah merubah keterangan tersebut,hingga nampaknya hanya sebagian kecil orang yang menganut konsep dzat asal ini,sebagian lagi menganggap bahwa Tuhan adalah yang asal itu.

Inilah gambaran konsep ketuhanan yang ada di Nusantara awal..adapun penilaian akan perkembangan dan pengaruh konsep tersebut hingga sekarang,…kembali pada diri masing-masing..

Pada akhirnya ada dua konsep dasar yang merupakan puncak segala konsep,konsep yang mengakui adanya Tuhan yang terpisah dari mahluk dan konsep yang mengakui bahwa Tuhan adalah ciptaan itu sendiri.keduanya sama-sama kuat.sama kuatnya seperti kedudukan konsep agama dan konsep atheis dalam logika berfikir manusia.hanya Tuhan yang bisa menjadi penengah disini.sayang Tuhan lebih memilih untuk melihat perkembangan akal hamba-Nya daripada menengahi keadaan ini.namun jika Tuhan di anggap tidak ada,maka tak akan ada lagi penengah di antara dua pertententangan besar di kalangan manusia.

Semua ini kembali pada diri dan kemerdekaan berfikir masing-masing.mari kita berfikir dan mari kita memilih sesuai keyakinan.faham Islam yang sudah mendua ini mungkin sampai hari kiamat tidak akan bisa lagi di luruskan,kecuali mungkin nabi Muhammad saw sendiri yang turun ke dunia ini lalu menjelaskan mana yang benar sebagai ajaran beliau.

Saya fikir Islam telah mengulangi kejadian yang menimpa umat nabi Isa as.terbagi dua kelompok besar,antara yang mengakui nabi Isa sebagai Tuhan dan yang mengakuinya sebagai nabi / Al-Masih.

Perhatikanlah dua konsep ketuhanan islam diatas…adakah kekuatan yang bisa menjadikannya satu konsep saja ?...yang mana konsep yang benar ?...semua akan merasa benar…benar-benar Islam hanya mengulang sejarah Nasrani.parahnya Islam adalah karena sebagian umatnya benar-benar melanggar ayat-ayat muhkamat yang jelas dan tegas.


"BARANGSIAPA MENGADAKAN SESUATU YANG BARU DALAM AGAMA KITA,MAKA IA TERTOLAK " ( HR.BUKHARI ).

"Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas).

Apa yang terjadi jika hukum islam itu diterapkan ?..jika ayat-ayat Qur’an yang di langgar dan hadits diatas diterapkan ?..apa yang terjadi ?..naudzu billah mindzalik..tidak dapat saya bayangkan.untunglah kita melanggar perintah Allah dengan bercerai berai ( berbeda dalam faham ketuhanan adalah sama saja dengan bercerai berai ) sehingga kita bisa hidup dengan faham masing-masing tanpa saling menganggu.penyatuan Islam dalam satu konsep tunggal adalah mimpi…yang tersisa hanyalah rasa kebersamaan dan solidaritas.semoga saja semua ini membawa kedamaian antar sesama umat Islam.bumi ini mungkin sudah lelah dengan segala tragedy-tragedi memilukan diatasnya.setidaknya kita taat pada Allah dengan menahan diri untuk tidak berbuat berbagai kerusakan di muka bumi.jika hal ini juga di langgar..maka apa yang tersisa dari syari’at Islam kecuali hanya tinggal nama saja.

Kalau ada waktu kita merenung,maka mari kita merenungkan hadits di bawah ini :
“Akan ada masa dimana nanti Islam hanya tinggal nama saja”
Apakah alam telah membuat gambar hadits ini di depan pandangan kita ?...

Sekian.


Referensi : Sastra Sufistik,Penulis : Bani Sudardi,penerbit : Tiga Serangkai

Islam awal di Nusantara



Pengantar :
Tulisan ini berhubungan erat dengan tulisan yang berjudul "Tasawuf dan Fiqih".
Tujuan tulisan ini adalah menengok kembali sejarah awal Islam yang masuk ke Indonesia.faham Islam manakah yang di ajarkan dan bagaimana perkembangan faham tersebut hingga sekarang ini.dengan penelusuran ini diharapkan ada gambaran yang memberi kita kebebasan berfikir bahwa sudah benarkah ajaran Islam yang kita anut atau ada yang perlu di luruskan atau diperbaiki.

Islam awal di Nusantara :
Tahun masuknya Islam di Indonesia belum diketahui secara pasti.pada masa itu belum dikenal nama Indonesia.karena kepulauan Nusantara ini masih berupa kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri.
Diperkirakan bahwa sejak abad ke-7 telah ada hubungan dagang antara pedagang-pedagang muslim dan pedagang-pedagang di Nusantara.khususnya di pesisir sebelah selatan  Selat Malaka.saat itu terdapat tiga kerajaan yang mendominasi pelayaran dunia,yakni Daulah Bani Umayyah di Timur Tengah,Sriwijaya di Asia Tenggara,dan Dinasti Tang di Cina.
Keterangan dari Dinasti Tang mengenai Nusantara adalah bahwa tersebut adanya masyarakat Ta-shih yang merupakan orang-orang Arab yang merupakan pedagang muslim di Nusantara.

Dari berita Dinasty Tang ini bisa di perkirakan bahwa pedagang muslim tersebut adalah pedagang yang berasal dari Daulah Bani Umayyah di Timur Tengah.dengan demikian maka dapat pula diperkirakan bahwa Islam di nusantara adalah Islam yang di bawa pedagang muslim di bawah bendera kekuasaan Bani Umayyah.untuk mengetahu bagaimana rupa ajaran Islam waktu itu,maka bisa ditelusuri bagaimana perkembangan ajaran Islam di zaman Daulah Bani Umayyah.termasuk pula wilayah Baghdad yang merupakan basis Syi'ah Sy Ali ra.kemudian perkembangan ajaran Islam di Mekkah dan Madinah.dengan mengetahui rupa ajaran Islam di zaman ini,maka dapat diketahui ajaran Islam yang bagaimanakah yang mula-mula ada di nusantara dan sejauh mana pengaruh ajaran tersebut hingga sekarang ini.

Di Leran gresik,ditemukan sebuah makam yang bernama Fatimah binti Maimun ibn Hibatullah yang berangka tahun 1082 M.diperkirakan bahwa telah ada perkampungan muslim didaerah itu sebelum makam tersebut ada disana.
Pada abad ke-13,di Melayu telah berdiri sebuah kerajaan besar bernama Samudera Pasai ( Aceh ).kemudian kerajaan Islam Malaka.keterangan tentang kerajaan Malaka ini terdapat dalam Prasasti Trenggano tahun 1303 M.sekitar tahun 1400 M ,raja Malaka yang bernama Parameswara masuk islam bergelar Megat Iskandar Syah dan melangsungkan perkawinan dengan putri dari Pasai.

Ada beberpa teori tentang masuknya islam di Nusantara.namun yang jelas menurut sumber referensi yang ada pada saya,bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui banyak cara.
cara-cara tersebut antara lain :

1.      Agama Islam di salurkan ke Nusantara melalui perdagangan
2.     Agama Islam disalurkan ke Nusantara melalui mubaligh
3.     Agama Islam disalurkan ke Nusantara melalui para Sufi
4.     Agama Islam disebarkan ke Nusantara melalui saluran politis ( penguasa Islam waktu itu memberi dukungan politik kepada kerajaan-kerajaan Nusantara,hingga para raja kemudian memeluk Islam )
Yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa Islam masuk ke Nusantara adalah dibawah jalur kekuasaan Islam Bani Umayyah yang berpusat di Cordoba / Spanyol.pelayaran di sekitar laut meditrania waktu itu bisa dikatakan di didominasi oleh kekuasaan Bani Umayyah.

Tasawuf di Nusantara :
Melihat dari keterangan yang diperoleh dari referensi,kelihatannya perkembangan islam di Nusantara di dominasi oleh ajaran Tasawuf / Sufi.hal ini di tunjukkan dengan banyaknya sastra sufistik peninggalan Islam di Nusantara.sastra ini sebagian melekat dalam masyarakat dan merupaka n cerita yang banyak di bicarakan didalam umat Islam,baik dalam ruang lingkup kecil maupun besar.sastra sufistik ini kebanyakan berupa Hikayat dan dongeng-dongeng modifikasi.
Contohnya :
Hikayat Nabi,Hikayat Nabi mengajar anaknya Fatimah,Hikayat Nabi mengajar Ali,Hikayat Fatimah berkata-kata dengan pedang Ali,dan sebagainya.
Bagi para sufi sumber cerita bukanlah hal penting,yang penting adalah para murid bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut.isi ceritanya beragam dan sering pula merupakan kompilasi dari berbagai cerita.namun kadang-kadang cerita tersebut mengalami amplifikasi dengan berbagai sumber yang tidak jelas asal-usulnya,atau mungkin dari cerita khayal dan dari legenda-legenda setempat yang sudah diberi warna Islam.

Tokoh-tokoh awal Islam Nusantara :
1.      Hamzah Fansuri
Ia dilahirkan di Barus,Aceh dan mempunyai tempat tinggal disana pula.pada mulanya ia mengembara dan berguru pada Syaikh Abdul Kadir Al-Jailani.kemungkinan faham tasawufnya adalah Tarekat Qodriyah.setelah matang ilmunya,ia kembali ke barus dan mengajarkan Ilmunya disana.tidak diketahui jelas tahun kelahiran dan kehidupannya.

Karya Hamzah Fansuri :
Syarabul Asyiqin ( Minuman Bagi Orang Yang Mencintai Allah ) :
Tulisan ini berisi tujuh bab,dan disini yang di ketengahkan hanya bab ketujuh yang isinya :
Disini dijelaskan tentang faham hamzah bahwa orang yang birahi kepada Allah tidak takut mati dan lenyaplah akal budinya.oleh karena itu,orang yang berahi akan mengeluarkan kata-kata rahasia seperti yang dilakukan (  Jalaluddin ) Rumi dan Al-Hallaj ( Al-Attas,1970:311-328 ).

Catatan : Saya tidak memiliki referensi tentang tokoh Jalaluddin Ar-Rumi,sehingga disini saya hanya membahas tentang Al-Hallaj dan Ibnu Araby.

Puisi Sidang Fakir :
Paragraf ketiga,

Jika kau kenal dirimu bapai
Elokmu itu tiada berbagai
Hamba dan Tuhan daim berdamai
Memandang diri jangan kau lalai
Kenal dirimu hai anak dagang
…dst

Disini tertulis kata hamba dan Tuhan daim berdamai,tampaknya Hamzah fansuri menganut faham seperti faham Al-Hallaj.makna tulisan itu adalah Allah dan Alam,dzatnya bersatu.
Secara tidak langsung hamzah Fansuri menyatakan bahwa Tuhan dan Alam ini adalah satu.yang ada dan nampak disekitar kita dan termasuk diri kita,tidak lain adalah perwujudan-perwujudan Tuhan yang Esa.
2.     Syamsuddin As-Samatrani :
Syamsuddin adalah tokoh kenegaraan yang bijak dan banyak terlibat urusan kenegaraan kerajaan Aceh.Syamsuddin mengabdikan dirinya kepada Sultan Iskandar Muda ( memerintah tahun 1067 - 1636 M ).
Syamsuddin termasuk orang yang memuliakan Hamzah Fansuri dengan menyebutnya dengan sebutan Syekh.namun Samsuddin tidak belajar langsung kepada Hamzah,melainkan Samsuddin mempelajari tulisan-tulisan hamzah.
Syamsuddin adalah penganut wahdatul wujud,sama seperti Hamzah Fansuri.
Syamsuddin pernah berguru kepada Sunan Bonang di Jawa.
Ide Wahdatul Wujud dari Hamzah Fansuri,banyak di serap dari pemikiran Ibnu Araby,sementara ide Wahdatul Wujud Syamsuddin merupakan ide yang sudah diolah oleh Burhanpuri dengan sebutan martabat Tujuh.
Syamsuddin dan Hamzah Fansuri adalah penyebar faham Wahdatul wujud di Aceh yang mempunyai pengaruh luas,bahkan sampai ke Jawa.

3.     Nuruddin Ar-Raniri
Beliau hidup sekitar 1600 M - 1656 M.beliau datang ke tanah Melayu sekitar tahun 1618 M dan tahun 1630 M pindah ke Aceh.pada saat itu Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda dan didampingi kadi Malikul Adil Syamsuddin As-Samatrani.di aceh ia melihat perkembangan ajaran Tasawuf yang di ajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin As-Samatrani.ajaran tersebut dianggap sesat oleh Nuruddin.namun waktu itu ia tidak mempunyai pengaruh apa-apa.akhirnya ia meninggalkan Aceh.ketika dalam pemerintahan Sultan Iskandar Tsani,muridnya Nuruddin,maka Nuruddin segera di angkat menjadi Kadi.Nuruddin segera mengeluarkan fatwa untuk memberantas kaum wujudiyah ( penganut faham Wahdatul Wujud ),kebetulan saat itu kaum wujudiyah menjadi partai politik bawah tanah yang menentang pemerintahan yang sah.

4.     Abdul Rauf As-Singkeli
Ia lahir sekitar tahun 1592 M di Aceh.ia adalah putra kakak Hamzah Fansuri.namun ia sama dengan Nuruddin Ar-Raniri.ia seorang ulama Sufi Tarekat.ia menetang faham wahdatul wujud.ajarannya adalah ajaran Isnaini Wujud,Ia tetap memisahkan antara Allah dan Ciptaan-Nya.

5.     Syekh Yusuf dari Makassar
Ia seorang Sufi,orang biasa yang diangkat sebagai anak oleh Sultan Alauddin,Raja Goa.ketika selesai menuntut Ilmu,beliau kembali ke makassar,Goa.namun ia kecewa karena maksiat telah merajalela.ia kemudian pergi ke Banten.di Banten beliau mengobarkan semangat Jihad,kemudian di tangkap oleh Belanda dan dibuang di berbagai tempat hingga akhirnya dibuang ke Afrika Selatan dan meninggal disana tahun 1699 M di usia 73 tahun.
Syekh Yusuf adalah ulama Sufi yang se-aliran dengan Nuruddin dan Abdul Rauf.artinya beliau adalah tokoh yang menganut faham yang memisahkan antara Allah dengan Ciptaan-Nya.



Dengan mengambil acuan dari tokoh-tokoh Islam diatas,maka di dapat gambaran bahwa perseteruan antara faham Wahdatul Wujud dan yang menolaknya tenyata,terus saja terjadi sepanjang sejarah Islam,termasuk di Indonesia.ajaran Al-Hallaj dan Ibnu Araby ini ibarat penyakit dalam tubuh Islam.tokoh-tokoh yang menganut ajaran mereka terus bermunculan,otomatis pertentangan akan terus muncul.karena apa gunanya Syari'at kalau pada akhirnya harus di lupakan,untuk apa Tuhan memberi wahyu tersebut ?..untuk orang-orang yang belum mengerti hakikat ?..mustahil.

Catatan :
Aliran Tasawwuf tidak selalu menganut faham Wahdatul Wujud,seperti contoh diatas,banyak dari aliran tarekat tasawwuf yang masih lurus dalam beragama.

Sejauh manakah pengaruh faham Al-Hallaj dan Ibnu Araby di Indonesia,saya kira sudah terjawab.kondisinya bahwa sebagian besar masyarakat islam Indonesia menganut faham Al-Hallaj dan Ibnu Araby,sebagian yang lain masih setia pada ajaran Syari'at yang ketat,yang merupakan ajaran Rasulullah Muhammad saw.
Kembali harus di ingat,bahwa Rasulullah Muhammad saw,tidak mengajarkan konsep seperti konsep yang di ajarkan Al-Hallaj dan Ibnu Araby…entah apa yang membuat kedua orang ini sampai berani melanggar Syari'at Islam.jelas bahwa Rasulullah saw telah menolaknya dengan hadits berikut :

"BARANGSIAPA MENGADAKAN SESUATU YANG BARU DALAM AGAMA KITA,MAKA IA TERTOLAK " ( HR.BUKHARI ).

"Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas).

Mari kita merenungkan kata-kata Rasulullah saw di atas,siapa tahu ada hikmah yang bisa diperoleh.


Catatan :
Tampaknya bahwa rata-rata tokoh-tokoh Islam di Indonesia banyak yang berguru atau mempelajari ajaran tokoh-tokoh Islam dari Persia,baik itu langusng maupun tidak langsung.
Saya tidak bermaksud melemahkan tokoh-tokoh dari Persia,namun menurut saya,jalur budaya Persia lebih dekat pada budaya Brahmanisme daripada budaya Abrahamik.Persia adalah rumpun bangsa Arya bukan Semit.kondisi ini menurut saya akan berpengaruh pada pemahaman ketuhanan.sebagaimana diketahui bahwa rumpun bagsa Arya sebagian besar menganut faham Polytheis dan Pantheisme.rumpun Arya ini antara lain adalah India dan Persia.ini adalah pembahasan sejarah dalam meluruskan pemahaman,tidak ada unsur sara disini.
Dengan demikian,tidak heran kalau tokoh-tokoh dari Persia membawa Islam dalam faham ketuhanan yang berbeda dari faham Abrahamik.

Contohnya adalah faham Jalaluddin Ar-Rumi,Al-Hallaj dan Ibnu Araby.faham-faham mereka dipengaruhi oleh unsur Pantheisme.bahwa segala yang ada di alam ini tidak lain adalah wujud-wujud Tuhan yang Esa,atau Tuhan ada didalam segala hal,termasuk didalam benda sekalipun.anda bisa membaca faham ini dalam tulisan "Ringkasan Agama".
Adapun tokoh-tokoh Islam yang bukan dari Persia,dan lebih dekat pada rumpun bangsa Semit,saya yakin bahwa mereka bisa membawa faham ketuhanan Islam sesuai dengan jalur Islam,yakni Abrahamik,yang dimulai dari nabi Ibrahim as.faham ketuhanan Abrahamik jelas,bahwa antara Tuhan dan ciptaan sangat berbeda.dari nabi Ibrahim,nabi Musa,nabi Jeremiah dan seterusnya hingga Rasulullah Muhammad saw.ajaran ketuhanan dalam jalur Abrahamik tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan itu ada dimana-mana,Tuhan bisa menyatu / merasuk dengan hamba,Tuhan adalah wujud dari segala yang ada dan sebagainya.faham-faham ini semua berasal dari faham di luar Abrahamik.kemungkinan besar berasal dari faham Brahmanisme.

Apakah ada kemiripan antara tasawuf dengan brahmanisme ?..jika ada ..maka Rasulullah Muhammad saw tidak seperti itu.lingkungan hidup beliau adalah masyarakat Abrahamik,Arab Jahiliyah pagan dan sebagian Masyarakat Yahudi yang sebagian menganut faham Nasrani.jadi faham ketuhanan Rasulullah Muhammad saw bisa dikatakan jauh dari pengaruh faham Brahmanisme.perlu di ingat bahwa Rasulullah Muhammad saw dekat dengan tokoh yang bernama Warakah,Warakah adalah penganut Nasrani / Nestorian yang menolak ketuhanan nabi Isa Al-Masih.dari sini jelas bahwa Rasulullah Muhammad saw jauh lebih dekat pada budaya Semit daripada budaya Arya.mustahil bahwa faham ketuhanan Rasulullah Muhammad saw adalah seperti faham pantheisme. Tuhan yang dimaksud Rasulullah muhammad saw,tidak berbeda dengan Tuhan yang dimaksud oleh warakah dan umat Yahudi pada umumnya.Tuhan Rasulullah Muhammad saw adalah Tuhan nabi Ibrahim as,Tuhan nabi Musa as,Tuhan nabi Jeremiah as,Tuhan nabi Zakariyah as dan Tuhan nabi Isa Al-Masih.Tuhan yang Tunggal,Tuhan yang Maha Suci dari segala yang disifatkan oleh faham-faham seperti Ar-Rumi,Al-Hallaj ,Ibnu Araby,Hamzah Fansuri dan lainya yang sefaham.

( Catatan : anda jangan terpengaruh dengan isu bahwa Rasulullah Muhammad saw,menjiplak Injil dari Warakah untuk di buat Al-Qur'an.ini persepsi yang salah,jika Rasulullah saw sempat belajar dari Warakah,justru dengan mengetahui injil dari Warakah beliau mendapat pengetahuan akan kitab suci.kemudian pada saat beliau menerima wahyu,maka di jelaskan mengenai apa saja yang harus di benahi dalam agama yang merupakan warisan sejak nabi Ibrahim as tersebut.bahwa beliau adalah salah satu utusan seperti nabi Musa as pada kaumnya,nabi Jeremiah pada kaumnya,nabi Isa pada kaumnya,beliau adalah penerus dan penutup dari seluruh nabi dalam jalur agama Abrahamik,yang diharapkan bisa memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam kitab-kitab Abrahamik ).

Menjadi jelas bahwa faham pantheisme dalam islam salah satu akarnya adalah  tokoh-tokoh persia,seperti Jalaluddin Ar-Rumi dan lainnya.
Memang bahwa faham pantheisme akan sangat mudah di terima di Indonesia,karena budaya sebelum Islam datang di Indonesia adalah budaya Brahmanisme.dahulu kerajaan-kerajaan Nusantara adalah menganut agama Hindu dan Buddha.sehingga faham-faham seperti yang di ajarkan Ar-Rumi,Al-Hallaj dan Ibnu Araby akan cepat diterima ketimbang faham yang berakar dari faham Abrahamik  yang ketat terhadap aturan syari'at.perhatikan saja,bahwa ajaran islam awal lebih adaptatif terhadap kondisi yang ada.ini ciri budaya brahmanisme.contohnya adalah munculnya hikayat-hikayat islam yang sebenarnya tidak berhubungan dengan islam.hanya di hubung-hubungkan saja.sama seperti cerita Ramayana dan Mahabarata versi Indonesia.

Contoh : Hikayat Sri Rama
Diceritakan bahwa Rawana memiliki kesaktian setelah 12 tahun bertapa di bukit serandib.nabi adam lalu diturunkan dari surga dan mengabulkan do'a Rawana sehingga memiliki kekuasaan yang luar biasa...

Nampak bahwa tidak ada hubungan antara Rawana dan nabi Adam disini.inilah ciri Brahmanisme,lebih mudah menerima unsur dari luar,memang demikian Brahmanisme.perhatikan bahwa tokoh-tokoh Islam awal adalah murid-murid dari guru-guru yang berasal dari Persia.sekali lagi bahwa Persia adalah rumpun budaya Brahmanisme yang berbeda dengan budaya Abrahamik.


Tulisan ini akan disambung pada tulisan lain yang membahas tentang tokoh-tokoh Islam di Tanah Jawa,dimana tokoh-tokoh ini kemudian memiliki pengaruh yang sangat besar di Indonesia sehubungan dengan perkembangan Islam.

Sekian.


Referensi : Sastra Sufistik,Penulis : Bani Sudardi,penerbit : Tiga Serangkai

Tasawuf dan Fiqih


Perkembangan Tasawuf dan Fiqih

Pengantar :
Tujuan tulisan ini adalah melihat sejauh mana Islam mengalami pergeseran faham ketuhanan dari faham yang di ajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw.dengan tulisan ini diharapkan bisa diperkirakan posisi kita dalam peta syari'at.ajaran siapakah yang kita warisi ?..apakah masih ajaran Rasulullah Muhammad saw ?...sebab Al-QUR'AN menyatakan : "Taatlah pada Allah dan Rasul-Nya".


Awal :
Awalnya nama tasawuf muncul dari seorang tokoh arab purba yang gemar melakukan ibadah.namanya Shuffah bin Qisyar bin Ad bin Thabibah.kata sufi di nisbatkan kepadanya.lama setelahnya,nama sufi mulai tenggelam dan tidak dikenal orang.

Di zaman nabi Muhammad saw,belum ada penyebutan nama tasawuf atau sufi.walaupun nabi dan para sahabat dikatakan sangat gemar beribadah dan hidup sederhana.
Nabi sendiri tidak pernah menyinggung-nyinggung akan hal ikhwal sufi atau tasawuf.dan kebiasaan beliau beribadah dan bersedekah semata-mata karena sifat alami beliau ditambah petunjuk rohani yang beliau dapat dari proses kenabian.ajaran dan etika sufi tampaknya tidak ada pada diri nabi saw.kecuali secara kebetulan bahwa kebiasaan nabi saw mirip kebiasaan para sufi.hal seperti ini merupakan hal biasa.sebab sebuah kebiasaan yang mengarah pada perbuatan baik itu memang mirip-mirip saja.seperti hidup sederhana,rajin bersedekah,rajin beribadah.seorang ulama buddha dan ulama Islam,dalam perilaku dan perbuatan mungkin akan mirip-mirip saja.yang membedakan adalah faham atau pemahamannya dalam beragama.kemiripan tidak bisa di jadikan acuan apalagi sebagai pernyataan bahwa kehidupan nabi saw adalah kehidupan sufi.kulit boleh mirip namun isinya berbeda.ini mesti dicermati supaya kita tidak menarik korelasi yang tidak tepat antara kehidupan nabi saw dan para sahabat dengan kehidupan par a sufi di zaman setelah nabi saw tiada.

Munculnya Sufi :
Di penghujung abad ke dua tahun hijriyah,muncul tokoh bernama Abu Hasyim dari kufah.tokoh ini dikatakan menjalankan kehidupan yang sederhana dan meninggalkan kehidupan duniawi.
Pada masa ini nama sufi mulai terkenal.termasuk yang menjalankan kehidupan sufi adalah golongan syi'ah di kufah.kemudian ajaran tasawuf berkembang di Irak.dua abad kemudian istilah sufi telah menjadi khas dalam kegiatan mistik islam yang menyebar ke seluruh dunia dimana terdapat peradaban Islam.
Namun perkembangan ini kemudian di iringi oleh munculnya pertentangan antara kaum sufi dan pemegang hukum fiqih.kaum fiqih menganggap bahwa kaum sufi banyak melanggar ketentuan syari'at islam.

Disini dapat dilihat,bahwa jika kaum sufi itu telah benar dalam mencontoh nabi Muhammad saw,tentu kaum sufi tidak bertentangan dengan kaum fiqih.sebab mana mungkin bertentangan kalau keduanya adalah pewaris nabi.oleh karena kaum fiqih melihat bahwa kaum sufi tidak menggambarkan ketaatan dalam mengikuti nabi saw dan mengikuti syari'at,maka kaum fiqih kemudian menentang faham sufi yang menyimpang.

Muncul gejolak dalam umat,mengapa demikian ?..apa yang dilakukan oleh kaum tasawuf hingga menimbulkan gejolak ?..tentu ada yang berbeda dari kebiasaan yang di wariskan oleh Rasulullah Muhammad saw hingga kaum fiqih menentang faham tasawuf.

Abad ke-3 Hijriyah

Muncul tokoh spektakuler,bernama Al-Hallaj.ia mengucapkan kata-kata yang jelas-jelas melanggar hukum syari'at.perkataan tokoh ini adalah sbb :

"Sayalah Hak ( Tuhan ) itu" atau "Ana Al-Haq".

Para sufi ( mungkin tidak semua sufi ) mengaku telah kemasukan Tuhan sehingga kata-kata seperti itu sebenarnya ungkapan Tuhan lewat dirinya.

( Yang tidak bisa diterima disini adalah konsep kemasukan Tuhan.adapun jika Tuhan ingin berkomunikasi dengan manusia,maka Maha Suci Dia dari sifat Merasuk Hamba-Nya.jangan paksakan diri menerima bahwa Tuhan bisa merasuk hamba-Nya,petunjuk lain telah ada,bahwa Iblis dari gol.Jin suka berkomunikasi dengan manusia dengan istilah merasuk manusia.ada apa pula sehingga Tuhan menyerupai cara Iblis merasuk hamba-Nya,..ini harus di mustahilkan.saya faham dan mengerti akan maksud Al-hallaj ini,akan tetapi masih ada dan banyak kemungkinan lain daripada mengatakan bahwa Tuhan-lah yang merasuk,jika tidak ada lagi pilihan lain lagi,maka terserah saja.harus di ingat,bahwa Hidayah / Musibah adalah ujian,bukan semata-mata bimbingan,jika salah faham dalam memaknai fenomena yang ada,maka kegagalanlah yang akan diperoleh.apa yang bisa disimpulkan dari hasil hidayah Al-Hallaj dan Ibnu Araby selain kegagalan ?...)

Selanjutnya Al-Hallaj dikenal sebagai peletak dasar ajaran Wahdatul Wujud yang pengaruhnya sampai ke Indonesia.
Al-Hallaj sangat yakin dengan faham yang dibawanya,sehingga tidak ada yang menghentikannya untuk menyebarkan faham tersebut,hingga kaum fiqih terpaksa menghukumnya di tiang salib (309H),pada saat ia masih dikatakan mabuk birahi.

( Fenomena mabuk birahi ini dikatakan dalam istilah sufi sebagai mabuk birahi pada Allah..disini saya bingung… Allah yang dimaksud itu yang mana ?...).

Catatan mengenai Al-Hallaj:
( Seharusnya,selesaikan dulu mabuk Al-Hallaj,baru ia di adili,masih samakah fahamnya ketika mabuk dan ketika ia telah pulih dari musibah / hidayah.bisa jadi ia berubah,dan seharusnya ia berubah dengan membenarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits kalau memang ia terbimbing dalam Hidayah,namun jika kemudian fahamnya tetap bertolak belakang dengan syari'at,maka terserah kepada Hukum.menurut saya para Fuqaha terlalu buru-buru dalam hal ini.yang menyedihkan adalah Ibnu Araby…mengikuti Al-Hallaj dimana mungkin ia tidak faham akan kejadian Al-Hallaj.atau Ibnu Araby juga mendapat hidayah,namun malah gagal karena terlalu mencintai faham Al-Hallaj tanpa melihat lagi ke rambu-rambu syari'at.sulit untuk bisa lolos dalam hidayah kalau syari'at di abaikan,yang terjadi malah sebaliknya,bersatu dengan unsur syaitan dalam tubuh.bukankah Rasulullah saw telah mengatakan,bahwa yang berjalan didalam tubuh itu adalah syaitan,kelihatannya Ibnu Araby dan Al-Hallaj menafsirkan bahwa yang berjalan didalam tubuh dan membuai fikirannya hingga mabuk, adalah Tuhan.ini kebablasan menurut saya…)

Faham Al-Hallaj terbagi tiga :
1.        Ajaran Hulul ( Tuhan menjelma dalam diri manusia )
2.        Hakikat Nur Muhammad sebagai asal mula segala sesuatu
3.        Kesatuan semua agama

Al-Ghazali abad ke-5 Hijriyah :
Al-Ghazali muncul sebagai tokoh yang berada diantara kedua faham sufi dan fiqih.dikatakan bahwa Al-Ghazali selain mendalami hukum fiqih,beliau juga hidup sebagai seorang sufi.
Al-Ghazali mencoba menjadi penengah antara Sufi dan Fiqih.beliau berusaha meluruskan pemahaman-pemahaman tasawuf dan membawanya kembali kepada ajaran Rasulullah Muhammad saw.
Konsep ketuhanan Al-Ghazali :
"Tuhan meliputi segala wujud.yang wujud hanya Allah dan perbuatan Allah."

Berbeda dengan konsep Al-Hallaj :
"Ciptaan Allah dan wujud Allah bersatu"

Nampaknya pernyataan Al-Ghazali tidak mengalami banyak perubahan.disini Al-Ghazali menurut pendapat saya masih terpengaruh oleh ajaran Panteisme.hanya ajaran panteisme yang menyatakan bahwa Tuhan meliputi segala wujud.disini Al-Ghazali tampaknya berada diantara dua pengaruh faham yang bercampur,antara fiqih dan tasawuf.
Jika Tuhan meliputi segala wujud,maka tak akan mungkin Rasulullah saw menyatakan bahwa kita umatnya akan bertemu Tuhan secara langsung ( baca Tauhid nabi saw,di blog ini ).faham ketuhanan Rasulullah saw tidak seperti ini.faham Rasulullah saw adalah bahwa Tuhan adalah Individu.Tuhan adalah dzat yang terpisah jauh dari ciptaan.Tuhan berdiri sendiri dalam dzat-Nya.hal ini jelas didalam surah Al-Ikhlas dan dibeberapa ayat lain.jika menurut Al-Ghazali bahwa Tuhan meliputi segala wujud,maka kita manusia ini juga adalah wujud Tuhan.sama saja dengan pernyataan Al-Hallaj.apa bedanya...

Tokoh-tokoh besar Islam di abad ke-5 sudah mulai tercemar oleh faham pantheisme yang jelas-jelas bukan faham Abrahamik yang di awali pada nabi Ibrahim as.bagaimanakah tokoh-tokoh kita di tanah air / Indonesia ?..darimanakah tokoh-tokoh penyebar Islam awal di indonesia ?..hal ini akan di bahas dalam tulisan yang lain.yang dikhawatirkan adalah bahwa sebagian besar kita di Indonnesia menganut ajaran yang sudah tercemar ajaran Pantheisme.ajaran seperti ini bukan ajaran Rasulullah Muhammad saw.siapapun adanya tokoh yang mengajarkan tersebut,maka segeralah berbenah diri dengan memurnikan posisi kita dalam beragama.sudah benarkah kita umat Muhammad saw ?...semua kembali pada keyakinan dan kemerdekaan diri masing-masing.

Ibnu Araby :
Munculnya Ibnu Araby ( antara th.1102 m - 1240 m ),menambah kisruh dan kusut permasalahan Islam.Ibnu Araby membawa dan mengembangkan ajaran Al-Hallaj.
Ajaran Ibnu Araby :
"Wujud ( yang ada ) itu hanya satu.Wujud mahluk adalah wujud Allah juga.tidak ada pebedaan antara mahluk dengan Khalik.sebagaimana katanya "Maha Suci Tuhan yang menjadikan segala sesuatu,dan dia sesuatu itu sendiri".Allah adalah hakikat alam.perbedaan mahluk dengan Khalik,menurutnya,hanya karena ragam dari hakikat rupa yang Esa".

Jika demikian pendapat Ibnu Araby,maka semua yang ada ini hakikatnya adalah Tuhan sendiri…kalau seperti itu..kita adalah Tuhan juga..batu juga adalah Tuhan…tidak ada bedanya.
Ajaran seperti ini lebih dekat pada ajaran Panteisme yang berujung pada Atheisme.hingga akhirnya faham seperti ini akan melahirkan faham Narsis.dan ujungnya manusia tidak lagi harus mencari Tuhan,karena Tuhan adalah diri kita sendiri.ini tanda-tanda kiamat menurut saya.makin hari sebagian orang-orang di jalur religius malah semakin terperosok dalam konsep-konsep yang tidak masuk di akal.manusia adalah akal,berkali-kali Tuhan menyatakan hal ini di Al-Qur'an.

Tarekat :
Di abad ke-6 sampai ke-7,muncullah perkembangan baru,yakni tarekat.tujuan tarekat ini adalah untuk mencapai maqam.

Rasulullah Muhammad saw tidak pernah membuat maqam-maqam seperti ini,namun kalau itu merupakan pengembangan ke arah yang lebih baik,saya kira tidak ada masalah.tarekat adalah baik,hanya saja faham ketuhanan wahdatul wujud dan semacamnya ini yang bermasalah
Nama-nama tarekat itu  antara lain adalah,tarekat Qodriyah yang didirikan oleh syekh Abdul Kadir Al-Jailani,tarekat Naqsabandiyah,Tarekat Nariyah dan sebagainya.semuanya adalah jalan-jalan tasawuf / sufi.

Termasuklah ajaran sifat 20,yang di susun oleh seorang guru sufi.

( Menurut saya sifat 20 adalah ilmu yang aneh,kenapa ada manusia yang mempelajari sifat Tuhan,kecuali manusia itu adalah Tuhan,kalau manusia itu tuhan, kenapa Tuhan mempelajari sifatnya sendiri,Ia Maha Kuasa,kenapa manusia tidak Maha Kuasa,apalagi dalih yang harus kita cari sehingga konsep ketuhanan yang di tolak oleh sebagian besar ulama fiqih ini, agar bisa diterima dalam islam ?.. ).

Melihat perkembangan Islam diatas,nampak bahwa golongan Islam terbagi dalam dua golongan besar,yakni Fiqih dan Sufi.namun kalau melihat pada faham Al-Ghazali,nampak bahwa dua golongan ini tidak lagi murni,melainkan terpengaruh satu sama lain.
Hingga sekarang ini,sudah tidak jelas lagi manakah ahli fiqih pewaris nabi dan mana yang bukan.karena mungkin sudah banyak ahli fiqih yang mengikuti jalan seperti yang di tempuh oleh Al-Ghazali.( maaf,saya hanya tidak setuju dengan konsep ketuhanan Al-Ghazali,adapun ajaran-ajaran beliau yang lain saya mempelajarinya,seperti tulisan beliau dalam buku "bahaya lidah",itu ajaran yang sangat baik ).


Yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah,manakah dari sekian ajaran ketuhanan Islam,yang merupakan ajaran ketuhanan Rasulullah Muhammad SAW ?...hal ini kembali pada diri masing-masing.

Mari kita mencari jalan yang benar itu,tulisan-tulisan saya di blog ini hanyalah ajakan untuk berfikir,ajakan untuk mencari,manakah sebenarnya ajaran Rasulullah Muhammad saw.yang sekarang menurut saya sudah tidak jelas lagi.hadits-hadits juga sudah simpang siur,ada yang asli ada yang palsu…ada yang di modifikasi…ada yang disembunyikan..adapula yang hanya dimiliki oleh sebuah aliran dimana aliran lain tidak memilikinya…ini kahabar-khabar yang saya ketahui…

Catatan :
Konsep Nur Muhammad di blog ini,adalah penegasan bahwa Tuhan itu berbeda dan terpisah dengan mahluk.mahluk itu diciptakan.dan asal penciptaannya bukan dari dzat Tuhan,melainkan dari Dzat Yang disebut Nur atau disebut pula Ruhul Qudus dalam sebuah ayat didalam Al-Qur'an.dzat Nur atau Ruhul Qudus ini adalah dzat ciptaan Tuhan yang pertama dan merupakan asal muasal alam semesta dan segala isinya.saya kira konsep Nur ini adalah konsep Rasulullah Muhammad saw berkenaan dengan konsep ketuhanan.bukan konsep yang menyatakan bahwa segala yang wujud ini adalah Tuhan,atau mahluk dan Tuhan itu adalah sama,atau mahluk itu adalah keaneka ragaman wujud Tuhan yang Esa.ini bukan konsep Islam yang sebenarnya.konsep islam adalah seperti Konsep Nur yang membedakan antara Tuhan dan ciptaan-Nya.

Jika anda tidak setuju dengan konsep Nur di blog ini,maka carilah konsep anda sendiri.yang jelas menurut saya Tuhan dan ciptaan itu berbeda ( surah Al-Ikhlas ).segala ciptaan bukan berasal dari dzat Tuhan,melainkan berasal dari dzat yang diciptakan Tuhan,terserah anda memberi nama dzat tersebut.yang jelas Tuhan dan segala ciptaan-Nya tidaklah menyatu melainkan terpisah jauh sekali,teramat jauh hingga tak ada alat ukur manusia yang bisa mengukurnya.ini menurut saya dan saya bukan siapa-siapa bagi anda.anda adalah diri anda dan fikiran anda yang merdeka.


Kembali ke pembahasan :
Pertanyaan : tidakkah Al-Hallaj dan Ibnu Araby telah menciptakan sebagian besar umat Islam sebagai umat tak ber-Tuhan ?...bagaimana mau ber-Tuhan kalau diri sendiri adalah wujud Tuhan yang kita cari,…susah-susah nyari Tuhan,siang malam ke masjid dan pengajian...ujung-ujungnya kita sendiri malah yang jadi Tuhan,..bilang dong dari kemarin-kemarin.

"PASTI ADA YANG LEBIH TINGGI,TUHAN YANG MENJADI PUNCAK SEGALA KEJADIAN INI DAN IA BENAR-BENAR ADA.TUHAN YANG MAHA SUCI DARI SEGALA YANG DISIFATKAN MANUSIA PADA-NYA.TUHAN TIDAK SE-SEDERHANA ITU,AKAL SAJA YANG TERLALU SEDERHANA."

"TIDAK SATU WALI-PUN DI DALAM UMAT INI YANG LEBIH BENAR DARIPADA RASULULLAH MUHAMMAD SAW,SEHINGGA TIDAK ADA ALASAN UNTUK MENGABAIKAN AL-QUR'AN DAN AL-HADITS,WALAU HANYA SATU TANDA BACA"

"TAATLAH PADA ALLAH DAN RASULNYA".( QUR'AN ).

"BARANGSIAPA MENGADAKAN SESUATU YANG BARU DALAM AGAMA KITA,MAKA IA TERTOLAK " ( HR.BUKHARI ).

"Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru- niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat." (HR. Ath-Thahawi)


"Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas).



Siapakah orang-orang yang mewarisi faham Al-Hallaj dan Ibnu Araby dan faham-faham ketuhanan yang mirip dengan mereka serta mengajarkannya hingga sekarang ?...mari renungkan kata-kata Rasulullah Muhammad saw di atas..semoga ada hikmahnya.siapa tahu kita telah salah jalan…siapa tahu saja...


Catatan :
Tidak satupun nabi-nabi dalam jalur agama abrahamik pernah menyatakan bahwa Tuhan itu ada dimana-mana,Tuhan itu meliputi segala wujud,Tuhan itu bisa menyatu dengan mahluk .Tuhan itu bisa inkarnasi.


Faham-faham seperti diatas kemungkinan besar adalah faham-faham yang muncul ketika nabi-nabi yang membawanya telah tiada.faham-faham itu adalah penafsiran-penafsiran umat kemudian yang salah faham.

Sekian.


          Referensi : Sastra Sufistik,Penulis : Bani Sudardi,penerbit : Tiga Serangkai